Showing posts with label perkahwinan dan bahagia. Show all posts
Showing posts with label perkahwinan dan bahagia. Show all posts

Sunday, 19 February 2012

isteri berleter...




Seorang lelaki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Dia ingin mengadu pada khalifah, tak tahan dengan leteran isterinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, lelaki itu terkejut. 
Dari dalam rumah terdengar isteri Umar sedang berleter, marah-marah. Leteran isteri khalifah melebihi leteran isterinya yang akan diadukannya pada khalifah Umar.

Tapi, tak sepatah kata pun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Khalifah Umar diam saja, mendengarkan isterinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki tersebut mengurungkan niatnya, membatalkan pengaduan isterinya kepada khalifah Umar. Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat isterinya berleter? Mengapa dia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, dia selalu tegas pada siapapun?. Umar berdiam diri karena ingat 5 hal.


Apakah 5 hal tersebut?

1. Isteri sebagai benteng Penjaga Api NerakaKelemahan lelaki ada di mata. Jika dia tidak boleh menundukkan pandangannya, nescaya panah-panah syaitan akan terkena pada matanya, membidik tubuh-tubuh yang elok di sekelilingnya. Panah yang tertancap membuat darah bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal, syahwat. Adalah sang isteri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Isteri adalah tempat dia mengalirkan berjuta gelora.

Biar lepas dan bukan azab yang kelak akan diterimanya. Dia malah mendapatkan dua kenikmatan, dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada lenggokan penari yang datang dari kobaran api, dia akan ingat pada isterinya, pada penyelamat yang melindunginya dari lenggokan indah namun membakar. Bukankah sang isteri dapat menari, bernyanyi dengan lenggokan yang sama, malah lebih indah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu isteri yang solehah selalu menjadi semangatnya dalam mencari nafkah.



2. Isteri sebagai pemelihara RumahPagi hingga petang suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai menjelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Dia mengumpulkan dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan wang, beli ini beli itu. Untunglah ada isteri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tidak menjadi sia-sia.

Ada isteri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula dia mahu dibayar. Nescaya susah menemukan pemelihara rumah yang lebih prihatin daripada isterinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya dia mendengarkan leteran isterinya, kerana (mungkin) dia penat menjaga harta-harta milik suami yang semakin hari semakin membebankan.



3. Isteri sebagai Penjaga PenampilanUmumnya lelaki tak pandai menjaga penampilan. Kulit hitam legam tapi pakai pula pakaian warna gelap.Tubuh pendek malah suka pakai baju saiz besar. Atas dan bawah selalu tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaiannya, memilih apa yang sesuai untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menampal bila ada yang koyak. Suami yang tampil menawan adalah wujud keprihatinan isteri.Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecekapannya itu.


4. Isteri sebagai pengasuh anak-anakSuami menyemai benih di ladang isteri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan isteri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Isteri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kukuh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah isteri yang dipersalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke hadapan. Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.


5. Isteri sebagai penyedia hidangan
Pulang kerja, suami kepenatan. tenaga terkuras, beraktiviti seharian. Dia memerlukan makan untuk mengembalikan tenaga. Di meja makan suami cuma tahu ada hidangan, ayam panggang masak kicap, sayur asam, sambal belacan dan ulam. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung, tadi pagi isterinya sempat berdebat, tawar-menawar, kerana harga melebihi bajet.

Tak perlu suami memotong sayur-sayuran, cili dan bawang. Tak pening dia memikirkan berapa ukuran perencah agar rasa sesuai di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan, meninggalkan sedikit saja untuk isteri si tukang masak. Tanpa sedar isteri selalu menjadi tukang masak terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.


Dengan mengingat lima peranan isteri ini, Umar kerap diam setiap isterinya berleter. Mungkin dia penat, mungkin dia lelah dengan segala beban rumahtangga di bahunya. Isteri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang isteri, tak mengapa kalifah Umar mendengarkan keluh kesah isterinya.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan isteri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila isteri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah dia menasihati dengan cara yang baik, dengan bergurau. Hingga terhindarlah pertumpahan ludah dan caci maki tidak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontohi perbuatan Kalifah Umar ini. Kalifah Umar tidak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam 

ketika kita harus memilih...


Dalam satu kelas, seorang pensyarah mengadakan suatu permainan kecil untuk siswanya yangsudah berumah tangga.

 "Mari Kita buat satu permainan, mohon satu orang bantu saya sebentar."

Kemudian salah seorang mahasiswa berjalan menuju ke depan.

Pensyarah : ”Silakan tulis 10 nama yg paling dekat dengan anda pada papan tulis !”

Dalam sekejap sudah dituliskan semuanya oleh siswa tersebut. Ada nama jirannya, nama orang tuanya, isterinya, anaknya dan lain-lain.

Pensyarah : ”Sekarang silakan padam 2 nama yg menurut anda tidak penting !”
 Siswa itu lalu memadam nama jiran-jirannya.

Pensyarah : ”Sila padam 2 nama lagi !”
 Siswa itu lalu memadam nama rakan-rakan sekerjanya.

Pensyarah : ”Sila padam 1 lagi !”
Siswa Itu memadam lagi satu nama dari papan tulis dan seterus sampai tertinggal 3 nama lagi iaitu nama orang tuanya, isterinya, dan anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yg harus dipilih.

Tiba tiba pensyarah berkata : ”Sila padam 1 lagi !”
 Siswa itu mengambil masa yg agak lama untuk membuat  pilihan.  Kelihatan amat payah. Lalu dia memadam nama orang tuanya perlahan-lahan.

Pensyarah : ”Sila padam 1 lagi !”
Satu kelas hening bercampur terkejut. Siswa itu kelihatan resah. Siswa2 lain pun kelihatan gelisah tapi ternanti-nanti akan jawapan siswa tersebut.  Kemudian siswa itu mengangkat kapur dan lambat laun memadam nama anaknya...lalu menangis. Hiba.

Setelah suasana kembali  tenang pensyarah bertanya kepada siswa itu. "Orang terkasihmu bukan orang tuamu dan anakmu? Orang tua yang membesarkan Anda, anak anda adalah darah daging anda , sedang isteri itu boleh diganti. Tapi mengapa anda berbalik memilih istri anda sebagai orang yang paling sukar untuk berpisah?”

Semua orang di dalam kelas terpana dan menunggu apa jawaban dari siswa tersebut.

 
Gambar Hiasan

Lalu siswa itu perlahan berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa setelah itu menikah pasti meninggalkan saya juga, yang benar-benar akan menemani saya dalam hidup ini hanyalah isteri saya."

Sahabat semua....
Rugilah suami-suami yang tidak menghargai isteri mereka.
Kerana isteri inilah yang telah memberikan segalanya.
Dia telah memberikan kita anak, mengurus rumah, kewangan.
Menyiapkan makanan, baju dan menjadi penghibur kita .
Dan dia akan tetap setia menemani dan mengurus kita sampai ajal menjemput, walaupun yang lain telah pergi dengan urusannya.
Biarpun tak secantik bintang, tetapi  dia adalah isterimu.
Dan dialah yang halal untukmu.

Sayangi dan syukuri…..
Firman Allah :
"Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang patut. Kemudian apabila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikannya kebaikan yang banyak."  (QS An-Nisaa:19) 

Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda maksudnya :”Janganlah seorang mukmin membenci mukminah, jika ia tidak suka salah satu akhlaq (isteri)nya, ia menyukai daripadanya akhlaq yang  lain” –atau  beliau bersabda ; “sesuatu yang lainnya”. (HR.Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., dia berkata :”Rasulullah SAW bersabda maksudnya :”Berwasiatlah kepada wanita dengan baik,  sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka apabila kamu langsung meluruskannya maka kamu telah mematahkannya. Dan apabila kamu membiarkannya, maka dia akan bengkok selamanya, maka berpesan-pesanlah kepada wanita”. (HR.Bukhari-Muslim)

Wanita itu bagaikan tulang rusuk, jika kamu meluruskannya (secara paksa) maka kamu mematahkannya, dan jika kamu mencari kepuasan daripadanya maka kamu akan mendapatkannya, dan padanya tetap ada yang bengkok”. (HR.Bukhari-Muslim)

Dari Mu’awiyah Ibn Haidah ra, dia berkata :”Saya bertanya kepada Rasulullah : ”Wahai Rasulullah apa hak istri salah seorang kami atas suaminya ?”. Beliau menjawab :”Kamu memberinya makan kalau kamu makan, kamu memberinya pakaian kalau kamu berpakaian, jangan memukul wajah, jangan mencaci menjelek-jelekkan dan jangan berpisah ranjang dengannya kecuali dalam satu rumah”.  (HR.Abu Daud, hadits hasan)

Dari Abddullah Ibn Umar Ibn Al-Ash ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ”Dunia ini adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah”. (HR.Muslim)

Wallahu a'lam bi showab

Monday, 28 November 2011

romantis ala Rasulullah S.A.W

Rasulullah adalah sosok suami yang paling mesra terhadap istri-istrinya. Berikut beberapa tips untuk menjaga kemesraan yang dikompilasi dari hadis-hadis dan riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW.

1. Suami membukakan pintu untuk istrinya, baik di kendaraan, rumah, maupun yang lain
Istilah yang cukup akrab di telinga kita, yang katanya orang-orang modern ini “Ladies First” ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai “manusia”

Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)


2. Mencium istri ketika pergi dan datang
Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang.

Dari ‘Aisyah ra, bahwa NabiSAW biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi  wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)


3. Makan/minum sepiring/segelas berdua

Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam “ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300)Bahkan keberkahannya dijamin,

Diriwayatkan Abu Hurairah : “Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang” ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))


4. Suami menyuapi istri
Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau  memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu“ (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)


5. Berlemah lembut, melayani/menemani istri yang sedang sakit (memanjakan istri sakit)

Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)


6. Bersenda gurau dan membangun kemesraan

Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi SAW tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan)

Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari)


7. Menyayangi istri dan melayaninya dengan baik

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).


8. Memberi hadiah

Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi SAW menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.” Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)


9. Tetap romantis walau istri sedang haid

Haid, adalah sesuatu yang alamiah bagi wanita. Berbeda dengan pandangan kaum Yahudi, yang menganggap wanita haid adalah najis besar dan tidak boleh didekati.

Ketika Aisyah sedang haid, Nabi SAW pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca Al Qur’an (HR Bukhari no 7945)


10. Mengajak istri makan di luar

Mungkin kebanyakan kita, lebih suka pergi bersama teman-teman, meninggalkan istri di rumah. Nah yang ini mungkin familiar, saya suka bilang ama istri “nge-date” yuk! ini bisa membangkitkan romantisme berdua. Menikmati lingkungan disekitar.

Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah SAW -seorang Persia- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah SAW. Lalu dia datang menemui Rasululiah SAW untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah).” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah SAW berkata: “(Kalau begitu) aku juga tidak mau.” Orang itu kembali mengundang Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.” Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)


11. Mengajak istri jika hendak ke luar kota.

Biasanya para suami, kalau ada tugas ke luar kota, hal-hal seperti ini dijadikan kesempatan. Tapi tak ada salahnya kalau rejeki kita cukup, kita ajak istri kita pergi juga, tinggal bilang sama bos (syukur-syukur kalau bos mau bayarin hehehe..), kalo saya biasanya biaya sendiri.

Aisyah berkata: “Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw.’ (HR Bukhari dan Muslim)


12. Menghibur diri bersama istri ke luar rumah (entertainment)

Dari Aisyah, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: ‘Apakah aku ingin melihatnya?’Aku jawab: ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata: ‘Kalau begitu, pergilah!’” (HR Bukhari dan Muslim)


13. Mencium istri sering-sering

Mencium istri dengan penuh kasih sayang, sangatlah mulia dan romantis. Berbeda dengan ciuman yang dilakukan karena nafsu seperti di film-film yang kebanyakan ada di layar kaca.

Nabi saw sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)


14.Suami mengantar istri

Kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita bepergian. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika istri saya keluar rumah sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan.

Shafiyyah, istri Nabi SAW, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah saw. ketika beliau sedang melakukan i’tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi saw. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya.”


 (Dalam satu riwayat492 dikatakan: “Nabi SAW berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: ‘Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu’”) (HR Bukhari dan Muslim)


15. Suami istri berjalan dimalam hari

Duh, so sweet.. Jalan berdua menikmati keindahan alam.
Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)


16. Panggilan khusus pada istri

Kadang kita memanggil istri kita, honey, yayank, dan seterusnya, dan seterusnya.. seperti itu pun Rasulullah.
Nabi saw memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Rasulullah juga suka memanggil aisyah dg sebutan “aisy/aisyi”, dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan “panggilan manja/tanda sayang”


17. Memberi sesuatu yang menyenangkan istri

Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada ‘Aisyah: “Wahai ‘Aisyah, apakah engkau kenal dia?” ‘Aisyah menjawab: “Tidak, wahai Nabi Allah.” Lalu, Nabi bersabda: “Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?”, maka bernyanyilah qaynah itu untuk ‘Aisyah. (HR. An Nasa’i, kitab Asyratun Nisa’, no. 74)


18. Memperhatikan perasaan istri

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)


19. Segera menemui istri jika tergoda.
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)


20. Berpelukan saat tidur
Tidak saya deskripsikan, soalnya ada yang belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)

21. Membantu pekerjaan rumah tangga
Hal inilah yang kadang-kadang masih males. Tapi jika dikerjakan berdua, biasanya jadi tidak berasa, sambil becanda ataupun ngobrol-ngobrol.

Aisyah pernah ditanya: “Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Bukhari)


22. Mengistimewakan istri
Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah.” (HR Bukhari)


23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra

Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)


24. Tiduran di pangkuan istri
Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Nabi SAW biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)


25. Mandi romantis bersama pasangan
Aisyah pernah mandi satu bejana bersama Nabi saw (HR Nasai I/202)


26. Disisir istri
Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw,saat itu saya sedang haidh”.(HR Ahmad)


27. Minum bergantian pada tempat yang sama
Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil muk, lalusaya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur)


28. Membelai istri

“Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiridan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)Dan masih banyak tips lain yang bisa dilakukan sesuai kreatifitas Anda semua.

Nabi saw bersabda, “Yang terbaik di antana kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku” (HR Tirmidzi).Semoga bermanfaat. Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, wa rohmah selalu. Amin..

Oleh: Martin Wong, Jakarta , sumber http://www.fimadani.com/

Sunday, 20 November 2011

bergaduh secara sihat..



Pergaduhan suami isteri akan sentiasa berlaku. Bak lagu P.Ramlee ‘Sedang lidah lagi tergigit...’. Kita tak akan selalu boleh berkata ‘ok’ kepada pasangan kita begitu juga dia. Setiap kali pergaduhan berlaku, pasti ada hati yang akan terluka terutamanya hati org pompuan...aduhaiiii..


Jika pergaduhan itu berpunca daripada perkara yg sangat kecil, janganlah diperbesarkan. Ia hanya akan memperlihatkan peribadi sebenar seseorang itu. Sungguh akan terlihat betapa hodoh sekali seseorang itu..Apatah lagi kalau mulutnya mudah melontarkan kata-kata yang tidak sedap didengar...'Bodoh!", "Sial!" dan entah apa lagi yg tidak sedap didengar.
Sabda Rasulullah s.a.w bermaksud:

"Orang mukmin bukan seorang pencela, bukan seorang pengutuk, bukan seorang yang keji dan bukan seorang yang berkata kotor." (Riwayat Ibnu Mas’ud RA)


Bukan mudah utk mengawal perasaan kan...? Huhuhu...


Sebenarnya, pengaduhan ada juga baiknya... daripada anda berdiam diri  dan tidak berbincang. 'Pergaduhan' jika ditangani dgn baik insyaALLAH akhirnya akan menjadikan hubungan suami isteri  lebih intim, erat dan mantap.


Jadi, janganlah memendam perasaan sehingga jiwa kita menjadi tertekan. Anda bukan malaikat. Jika tidak diluahkan, pasangan anda tak akan tahu perkara yang ada dalam hati anda...


Di sini, aku ingin berkongsi beberapa tip untuk 'bergaduh' secara sihat:

1. Jangan terlampau banyak bercakap – Ketika bertengkar, hati masing-masing pasti dalam keadaan marah. Ketika marah, pasti perkara yang logik sekalipun tidak diterima. Masing-masing hanya mahu menegakkan pendapat masing-masing. Yang perlu anda lakukan adalah dengan memikirkan secara mendalam cara untuk membetulkan keadaan.


2. Jangan menyebut kelemahan pasangan – Bukan hanya isteri anda yg ada kelemahan, anda pun ada kelemahan sendiri. Jadi, jangan ungkit krn akhirnya dia akan turut mengungkit kelemahan anda. Keadaan ini akan menyebabkan keadaan lebih parah.

3. Jangan cuba mengubah pasangan – Anda dibesarkan dalam keluarga ‘begini’, pasangan anda dibesarkan dalam keluarga ‘begitu’. Sudah pasti terdapat perbezaan antara anda berdua. Anda harus faham, bahawa cara dia melihat sesuatu pasti tidak sama dengan pandangan anda.


4. Fokus pada masalah – Jangan meleret-leret sehingga perkara yang bukan masalah akhirnya akan turut menjadi masalah.


5. Gunakan panggilan manja – ....jangan sampai panggilan 'ayang' menjadi 'kau..'..hussss. Panggilan kasar akan menyebabkan pasangan anda merasakan dirinya rendah sekali...

6. Gunakan perkataan yang baik-baik – Selain menggunakan panggilan manja, gunakanlah juga perkataan yang tidak menyalahkan. Perkara ini akan menyebabkan masalah akan cepat selesai. Antara contoh perkataan yang boleh anda gunakan ialah, "Abang rasa sayang tak patut buat macam ni," berbanding "Ni semua salah engkaulah!"


7. Jangan bertengkar di depan makanan atau di tempat tidur – Hal ini kerana tempat tersebut sepatutnya tempat kita menjamu selera dan bermesra-mesra sesama sendiri.

8. Jangan bergaduh di depan anak – Jika ini berlaku, anda hanya akan membuatkan anak keliru (dan marah juga sebenarnya). Anak2 juga akan mengadili sama ada ibu atau bapa mereka berada di pihak benar atau salah. Perkara yang lebih menakutkan akan berlaku jika anak anda  menceritakan keadaan anda berdua kepada orang luar. Hal ini akan menjejaskan imej anda juga..(terutamanya laki...)

9. Say NO to penderaan  – Sekalipun anda lelaki dan lebih kuat, jangan sekali-kali anda cuba untuk mengasari isteri anda. Risau nanti dia juga akan belajar untuk melawan dan membaling segala jenis pinggan mangkuk ketika bergaduh pada masa lain....paling tak best, apabila jadi kes polis. Mana nak letak muka?


10. Say NO to third party – Selagi terdaya menyelesaikan masalah anda sendiri, jangan libatkan orang lain. Campur tangan pihak ketiga kebanyakannya hanya menyulitkan keadaan...terutamanya apabila ada suami org gatal 'meluahkan' perasaannya pada pompuan lain. Tak Payah la...Mula2 memang siok, tapi lama2 keadaan akan menjadi haru biru.

Sekiranya perlu, pilihlah orang yang adil untuk menyelesaikan masalah anda...Aku cadangkan Mahkamah Syariah je..utk sesi kaunseling..hehehehe..


11. Mengalah tidak bererti kalah – Mengalah ketika saat genting ini tidak menunjukkan anda kalah. Anda hanya perlukan masa untuk membuktikan bahawa tindakan anda sebenarnya betul.

12. Jangan keluar dari rumah sebelum selesai – Org laki jangan buat macam neh. Tindakan ini sebenarnya akan menyebabkan isteri anda dalam keadaan keliru. Dia akan berasa tertekan dan anda perlu ingat bahawa anak2 akan ditinggalkan bersamanya di rumah. Org pompuan yg hilang kewarasan
akibat tekanan yang dahsyat akan menyebabkan mereka akan bertindak yang bukan-bukan...Kalau anda masih ada hati perut & syg anak2 anda, baik jangan lari dari rumah...Bahaya!

Sekiranya anda rasa tidak dapat menahan marah, beritahu isteri anda bahawa anda perlukan sedikit ketenangan dan hal ini lebih menampakkan rasa tanggungjawab anda terhadap permasalahan anda berdua.



13. Luahkan – Selain menjadi pendengar kpd isteri anda, anda juga perlu meluahkan perasaan anda. Tunggu sehingga isteri anda  selesai bercakap....selepas tu turn anda pula. Anda mesti beritahu keadaan sebenar supaya dia dapat memahami keadaan anda.  Gentlemen la sikit...(Jangan masa mengurat dulu je gentlemen)


14. Pelukan dan kemaafan – detik inilah paling best dalam pergaduhan. Pujuk, peluk dan ucapkan perkataan maaf dan berharap agar perkara seperti itu tidak akan berlaku lagi. Keadaan ini akan menyebabkan perhubungan anda menjadi lebih erat dan mantap...gitu.  Percayalah, org pompuan neh hatinya lembut...



Rasulullah saw bersabda, maksudnya , "Sesiapa meninggalkan perdebatan, sedang dia berada di pihak yang benar, dibina untuknya sebuah rumah di tengah-tengah syurga." (Riwayat Anas Bin Malik)


Sumber : RumahTangga-suami-isteri.blogspot.com

hakikat persiapan perkahwinan


alt


Saya merasakan kita perlu wujudkan post mortemdengan apa kita lakukan dan apa yang berlaku di sekeliling kita. Namun, kita perlu mengelak dari menjadi kebiasaan diri kita yang selalunya mencari alasan untuk membenarkan cara, walhal kita perlu mencari kebenaran untuk mengetahui cara.
Di musim perkahwinan yang lalu, rata-rata seronok sekali berkenduri kendara dengan pelbagai tema dan mengharungi pelbagai rintangan dalam persiapan. Rata-rata majalah dan ceramah agama menyentuh aspek larangan dalam kebiasaan menganjurkan walimatulurus seperti pakaian, kelalaian masa, pertembungan antara budaya dan agama, dan pembaziran wang. Namun, aspek persiapan dicanang-canang seawal 3 hingga 4 bulan, sehingga dianjurkan Wedding Festival dan Pameran Kerja Kahwin.
Secara umumnya, kita melihat bahawa kaum hawa lebih fokus dan komited dalam melakukan persiapan perkahwinan, dari persiapan jemputan, ketibaan, hiburan, bersanding dan makan beradap serta fotografi. Di pihak lelaki, rata-rata kita menyaksikan lelaki lebih cenderung bersiap sedia menghadapi saat akad nikah. Terutamanya berkenaan soalan-soalan cepu emas.
Tidak terlepas pandang, dikalangan lelaki yang mempersiapkan diri untuk malam pertama. Baju bersanding, keadaan dewan, jemputan dan berbagai lagi kebiasaannya menjadi pak turut sahaja. Kerenah manusia, ada juga lelaki begitu cerewet berkenaan persediaan begitu, kadang lebih cerewet dari perempuan pula.
Walaubagaimanapun, sejak kebelakangan ini, sekali pandang telah mula nampak kesedaran di kalangan bakal pengantin kerana ada mula membuat persiapan yang hakiki, persiapan untuk menjadi seorang pemimpin keluarga, pendidik keluarga dan seorang yang melengkapi imannya.
Begitulah perkahwinan yang mengubah dengan mengangkat martabat seseorang. Alangkah ruginya jika kita tiada kesedaran ini dan beranggapan bahawa perkahwinan adalah semata-mata untuk berumah tangga dan untuk menghalalkan perhubungan antara lelaki dan perempuan.
Menyedari hakikat perkahwinan ini mengangkat martabat seseorang, maka persiapan perlu dibuat. Bagaikan kita akan ditabal menjadi seorang raja. Kita tidak mahu menjadi seorang raja yang bodoh dan dibonekakan. Oleh itu, ilmu itu perlu.
Bagi seorang lelaki, perlu dia mempelajari sebanyak mungkin ilmu agama terutamanya fiqh dantasawuf. Tidak hanya ilmu itu berkaitan perkahwinan, ini kerana, dia akan menjadi ketua keluarga bagaikan kapten kapal yang akan mengarah arah tuju kemudi kapal. Seorang kapten kapal tidak hanya perlu tahu perihal kapalnya, tetapi juga berkenaan geografi, petunjuk bintang, lautan, pemakanan serta pertahanan.
Jika kamu pembaca ini adalah seorang wanita, mintalah dia bawa kamu atau dia menghadiri kuliah-kuliah agama atau kelas pengajian dewasa di masjid-masjid berdekatan. Insya-Allah dengan usaha yang sedikit, akan membawa keberkatan dan ilmu itu datang kepada kita tanpa kita duga.
Ilmu berumahtangga, terutamanya kaedah-kaedah menghadapi konflik juga penting. Perkahwinan akan menggabungkan 2 keluarga dan seorang suami itu mengetuai jalingan antara dua keluarga ini. Tidak semudah dijangka, konflik dalaman yakni di dalam rumah kita sendiri juga boleh berlaku. Memadai jika bersenang-senang membaca buku-buku motivasi dan hadir ke perbincangan mengenai isu ini.
Ilmu ekonomi rumahtangga antara yang penting dan memainkan peranan besar dalam mengemudi kapal perkahwinan. Sebagai seorang ketua, kita menetapkan bajet dan memastikan anak-anak dan isteri berada dalam keadaan terbaik dalam mencari hala tuju masa hadapan mereka. Buatlah bajet untuk perbelanjaan harian, perbelanjaan ke arah ibadah, zakat dan nafkah.
Ilmu terakhir adalah ilmu menghadapi masalah. Meskipun kita miliki ilmu berumahtangga, ekonomi dan agama sekalipun tetapi kita kurang arif dalam menghadapi masalah, kemungkinan besar kita akan terjerumus ke dalam permasalahan yang lebih besar. Sabar dan bertolak ansur serta menyiasat sebelum bertindak antara kaedah-kaedah dalam menghadapi masalah.
Suka saya menyingkap kata-kata Imam Al-Ghazali, "ilmu semata-mata tidak akan dapat menyelamatkan orang", yang bermaksud, ilmu yang disimpan tetapi tidak diguna pakai akan menjadi sia-sia. Dan orang yang tiada ilmu pula ibarat kapal yang terapung, selamat, tetapi tidak dikemudikan kemana-mana dan mengikut sahaja kemana air membawanya.Carilah ilmu yang bermanfaat.
Dahulunya kita mampu memperlajari ilmu-ilmu di universiti, melepasi segala peperiksaan dan menggenggam ijazah, tidak mustahil untuk kita mempelajari ilmu agama pula. Yang penting, langkah pertama! Mencari ilmu tidak kenal usia, apa dimalukan untuk belajar meskipun usia sudah lanjut, sedangkan doktor-doktor falsafah umurnya menjangkau 40-50an masih belajar mencari PhD?
Saya amat menyeru agar bakal-bakal suami, juga mereka begelar suami kini dan saya sendiri melukis langkah-langkah untuk menjadi suami yang baik dan pemimpin keluarga yang cemerlang dengan merangka langkah-langkah yang bijak. Terimalah hakikat bahawa persiapan perkahwinan bukan hanya persiapan majlis perkahwinan tetapi persiapan menghadapi seakhir hayat usia gelombang perkahwinan. Apa yang lebih penting adalah hari-hari selepas majlis perkahwinan. Sedangkan majlis perkahwinan hanyalah bertujuan mewar-warkan pernikahan yang telah sah untuk mengelak fitnah dan sekadar memori indah untuk kita kenang-kenangkan ketika cabaran mendatang.

Biodata Penulis

Zulakmar Hazwan. Merupakan seorang perunding kejuruteraan yang banyak berkongsi ilmu dari pengalaman dari pemerhatian dan pemikiran berlandaskan ilmu-ilmu didapati dari kuliah dan bacaan. Aktif menghadiri majlis perkongsian ilmu (knowledge sharing) dan berkongsi terutamanya di laman webnya sendiri www.notafikir.com