Rasulullah adalah sosok suami yang paling mesra terhadap istri-istrinya. Berikut beberapa tips untuk menjaga kemesraan yang dikompilasi dari hadis-hadis dan riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW.
1. Suami membukakan pintu untuk istrinya, baik di kendaraan, rumah, maupun yang lain
Istilah yang cukup akrab di telinga kita, yang katanya orang-orang modern ini “Ladies First” ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai “manusia”
Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)
2. Mencium istri ketika pergi dan datang
Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang.
Dari ‘Aisyah ra, bahwa NabiSAW biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)
3. Makan/minum sepiring/segelas berdua
Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam “ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)
Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)
Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300)Bahkan keberkahannya dijamin,
Diriwayatkan Abu Hurairah : “Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang” ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))
4. Suami menyuapi istri
Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu“ (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)
5. Berlemah lembut, melayani/menemani istri yang sedang sakit (memanjakan istri sakit)
Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)
6. Bersenda gurau dan membangun kemesraan
Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi SAW tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan)
Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari)
7. Menyayangi istri dan melayaninya dengan baik
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).
8. Memberi hadiah
Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi SAW menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.” Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)
9. Tetap romantis walau istri sedang haid
Haid, adalah sesuatu yang alamiah bagi wanita. Berbeda dengan pandangan kaum Yahudi, yang menganggap wanita haid adalah najis besar dan tidak boleh didekati.
Ketika Aisyah sedang haid, Nabi SAW pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca Al Qur’an (HR Bukhari no 7945)
10. Mengajak istri makan di luar
Mungkin kebanyakan kita, lebih suka pergi bersama teman-teman, meninggalkan istri di rumah. Nah yang ini mungkin familiar, saya suka bilang ama istri “nge-date” yuk! ini bisa membangkitkan romantisme berdua. Menikmati lingkungan disekitar.
Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah SAW -seorang Persia- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah SAW. Lalu dia datang menemui Rasululiah SAW untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah).” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah SAW berkata: “(Kalau begitu) aku juga tidak mau.” Orang itu kembali mengundang Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.” Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)
11. Mengajak istri jika hendak ke luar kota.
Biasanya para suami, kalau ada tugas ke luar kota, hal-hal seperti ini dijadikan kesempatan. Tapi tak ada salahnya kalau rejeki kita cukup, kita ajak istri kita pergi juga, tinggal bilang sama bos (syukur-syukur kalau bos mau bayarin hehehe..), kalo saya biasanya biaya sendiri.
Aisyah berkata: “Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw.’ (HR Bukhari dan Muslim)
12. Menghibur diri bersama istri ke luar rumah (entertainment)
Dari Aisyah, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: ‘Apakah aku ingin melihatnya?’Aku jawab: ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata: ‘Kalau begitu, pergilah!’” (HR Bukhari dan Muslim)
13. Mencium istri sering-sering
Mencium istri dengan penuh kasih sayang, sangatlah mulia dan romantis. Berbeda dengan ciuman yang dilakukan karena nafsu seperti di film-film yang kebanyakan ada di layar kaca.
Nabi saw sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)
14.Suami mengantar istri
Kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita bepergian. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika istri saya keluar rumah sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan.
Shafiyyah, istri Nabi SAW, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah saw. ketika beliau sedang melakukan i’tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi saw. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya.”
(Dalam satu riwayat492 dikatakan: “Nabi SAW berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: ‘Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu’”) (HR Bukhari dan Muslim)
15. Suami istri berjalan dimalam hari
Duh, so sweet.. Jalan berdua menikmati keindahan alam.
Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)
16. Panggilan khusus pada istri
Kadang kita memanggil istri kita, honey, yayank, dan seterusnya, dan seterusnya.. seperti itu pun Rasulullah.
Nabi saw memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Rasulullah juga suka memanggil aisyah dg sebutan “aisy/aisyi”, dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan “panggilan manja/tanda sayang”
17. Memberi sesuatu yang menyenangkan istri
Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada ‘Aisyah: “Wahai ‘Aisyah, apakah engkau kenal dia?” ‘Aisyah menjawab: “Tidak, wahai Nabi Allah.” Lalu, Nabi bersabda: “Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?”, maka bernyanyilah qaynah itu untuk ‘Aisyah. (HR. An Nasa’i, kitab Asyratun Nisa’, no. 74)
18. Memperhatikan perasaan istri
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)
19. Segera menemui istri jika tergoda.
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)
20. Berpelukan saat tidur
Tidak saya deskripsikan, soalnya ada yang belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)
21. Membantu pekerjaan rumah tangga
Hal inilah yang kadang-kadang masih males. Tapi jika dikerjakan berdua, biasanya jadi tidak berasa, sambil becanda ataupun ngobrol-ngobrol.
Aisyah pernah ditanya: “Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Bukhari)
22. Mengistimewakan istri
Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi SAW menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah.” (HR Bukhari)
23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra
Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)
24. Tiduran di pangkuan istri
Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Nabi SAW biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)
25. Mandi romantis bersama pasangan
Aisyah pernah mandi satu bejana bersama Nabi saw (HR Nasai I/202)
26. Disisir istri
Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw,saat itu saya sedang haidh”.(HR Ahmad)
27. Minum bergantian pada tempat yang sama
Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil muk, lalusaya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur)
28. Membelai istri
“Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiridan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)Dan masih banyak tips lain yang bisa dilakukan sesuai kreatifitas Anda semua.
Nabi saw bersabda, “Yang terbaik di antana kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku” (HR Tirmidzi).Semoga bermanfaat. Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, wa rohmah selalu. Amin..
Oleh: Martin Wong, Jakarta , sumber http://www.fimadani.com/
Monday, 28 November 2011
Sunday, 20 November 2011
cinta terakhir
Kau cinta pertamaku
Kau cinta terakhirku
Tiada apa yang bisa
Menafikan kasih kita
Kau ayu di mataku
Satu antara seribu
Tiada tara di dunia
Korus
Mungkin kan terputus di tengah jalan
Mungkin kan terlerai tanpa ikatan
Usah ragu dengan takdir
Kau ayu di mataku
Satu antara seribu
Tiada tara di dunia
Ulang korus
Mungkin kita kan berbeza haluan
Berakhirnya cerita percintaan
Segalanya ketentuan Tuhan
Ulang korus
Read more: http://www.liriklagumuzika.com/2009/03/lirik-cinta-terakhir-aiman.html#ixzz1YOTEo448
kembali
Harapan dari setiap insan kesenangan serta ketenangan
mengarungi hidup ini tanpa ada cubaan
sayang harapan itu tak pasti karna cobaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus ke dalam keputusasaan
Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan
sayang harapan itu tak pasti karna cubaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus kedalam keputusasaan
katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohonampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhaan dan pertolongan Dalam Ujian
katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongannya
katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan Dalam Ujian
bergaduh secara sihat..
Pergaduhan suami isteri akan sentiasa berlaku. Bak lagu P.Ramlee ‘Sedang lidah lagi tergigit...’. Kita tak akan selalu boleh berkata ‘ok’ kepada pasangan kita begitu juga dia. Setiap kali pergaduhan berlaku, pasti ada hati yang akan terluka terutamanya hati org pompuan...aduhaiiii..
Jika pergaduhan itu berpunca daripada perkara yg sangat kecil, janganlah diperbesarkan. Ia hanya akan memperlihatkan peribadi sebenar seseorang itu. Sungguh akan terlihat betapa hodoh sekali seseorang itu..Apatah lagi kalau mulutnya mudah melontarkan kata-kata yang tidak sedap didengar...'Bodoh!", "Sial!" dan entah apa lagi yg tidak sedap didengar.
Sabda Rasulullah s.a.w bermaksud:
"Orang mukmin bukan seorang pencela, bukan seorang pengutuk, bukan seorang yang keji dan bukan seorang yang berkata kotor." (Riwayat Ibnu Mas’ud RA)
Bukan mudah utk mengawal perasaan kan...? Huhuhu...
Sebenarnya, pengaduhan ada juga baiknya... daripada anda berdiam diri dan tidak berbincang. 'Pergaduhan' jika ditangani dgn baik insyaALLAH akhirnya akan menjadikan hubungan suami isteri lebih intim, erat dan mantap.
Jadi, janganlah memendam perasaan sehingga jiwa kita menjadi tertekan. Anda bukan malaikat. Jika tidak diluahkan, pasangan anda tak akan tahu perkara yang ada dalam hati anda...
Di sini, aku ingin berkongsi beberapa tip untuk 'bergaduh' secara sihat:
1. Jangan terlampau banyak bercakap – Ketika bertengkar, hati masing-masing pasti dalam keadaan marah. Ketika marah, pasti perkara yang logik sekalipun tidak diterima. Masing-masing hanya mahu menegakkan pendapat masing-masing. Yang perlu anda lakukan adalah dengan memikirkan secara mendalam cara untuk membetulkan keadaan.
2. Jangan menyebut kelemahan pasangan – Bukan hanya isteri anda yg ada kelemahan, anda pun ada kelemahan sendiri. Jadi, jangan ungkit krn akhirnya dia akan turut mengungkit kelemahan anda. Keadaan ini akan menyebabkan keadaan lebih parah.
3. Jangan cuba mengubah pasangan – Anda dibesarkan dalam keluarga ‘begini’, pasangan anda dibesarkan dalam keluarga ‘begitu’. Sudah pasti terdapat perbezaan antara anda berdua. Anda harus faham, bahawa cara dia melihat sesuatu pasti tidak sama dengan pandangan anda.
4. Fokus pada masalah – Jangan meleret-leret sehingga perkara yang bukan masalah akhirnya akan turut menjadi masalah.
5. Gunakan panggilan manja – ....jangan sampai panggilan 'ayang' menjadi 'kau..'..hussss. Panggilan kasar akan menyebabkan pasangan anda merasakan dirinya rendah sekali...
6. Gunakan perkataan yang baik-baik – Selain menggunakan panggilan manja, gunakanlah juga perkataan yang tidak menyalahkan. Perkara ini akan menyebabkan masalah akan cepat selesai. Antara contoh perkataan yang boleh anda gunakan ialah, "Abang rasa sayang tak patut buat macam ni," berbanding "Ni semua salah engkaulah!"
7. Jangan bertengkar di depan makanan atau di tempat tidur – Hal ini kerana tempat tersebut sepatutnya tempat kita menjamu selera dan bermesra-mesra sesama sendiri.
8. Jangan bergaduh di depan anak – Jika ini berlaku, anda hanya akan membuatkan anak keliru (dan marah juga sebenarnya). Anak2 juga akan mengadili sama ada ibu atau bapa mereka berada di pihak benar atau salah. Perkara yang lebih menakutkan akan berlaku jika anak anda menceritakan keadaan anda berdua kepada orang luar. Hal ini akan menjejaskan imej anda juga..(terutamanya laki...)
9. Say NO to penderaan – Sekalipun anda lelaki dan lebih kuat, jangan sekali-kali anda cuba untuk mengasari isteri anda. Risau nanti dia juga akan belajar untuk melawan dan membaling segala jenis pinggan mangkuk ketika bergaduh pada masa lain....paling tak best, apabila jadi kes polis. Mana nak letak muka?
10. Say NO to third party – Selagi terdaya menyelesaikan masalah anda sendiri, jangan libatkan orang lain. Campur tangan pihak ketiga kebanyakannya hanya menyulitkan keadaan...terutamanya apabila ada suami org gatal 'meluahkan' perasaannya pada pompuan lain. Tak Payah la...Mula2 memang siok, tapi lama2 keadaan akan menjadi haru biru.
Sekiranya perlu, pilihlah orang yang adil untuk menyelesaikan masalah anda...Aku cadangkan Mahkamah Syariah je..utk sesi kaunseling..hehehehe..
11. Mengalah tidak bererti kalah – Mengalah ketika saat genting ini tidak menunjukkan anda kalah. Anda hanya perlukan masa untuk membuktikan bahawa tindakan anda sebenarnya betul.
12. Jangan keluar dari rumah sebelum selesai – Org laki jangan buat macam neh. Tindakan ini sebenarnya akan menyebabkan isteri anda dalam keadaan keliru. Dia akan berasa tertekan dan anda perlu ingat bahawa anak2 akan ditinggalkan bersamanya di rumah. Org pompuan yg hilang kewarasan
akibat tekanan yang dahsyat akan menyebabkan mereka akan bertindak yang bukan-bukan...Kalau anda masih ada hati perut & syg anak2 anda, baik jangan lari dari rumah...Bahaya!
Sekiranya anda rasa tidak dapat menahan marah, beritahu isteri anda bahawa anda perlukan sedikit ketenangan dan hal ini lebih menampakkan rasa tanggungjawab anda terhadap permasalahan anda berdua.
13. Luahkan – Selain menjadi pendengar kpd isteri anda, anda juga perlu meluahkan perasaan anda. Tunggu sehingga isteri anda selesai bercakap....selepas tu turn anda pula. Anda mesti beritahu keadaan sebenar supaya dia dapat memahami keadaan anda. Gentlemen la sikit...(Jangan masa mengurat dulu je gentlemen)
14. Pelukan dan kemaafan – detik inilah paling best dalam pergaduhan. Pujuk, peluk dan ucapkan perkataan maaf dan berharap agar perkara seperti itu tidak akan berlaku lagi. Keadaan ini akan menyebabkan perhubungan anda menjadi lebih erat dan mantap...gitu. Percayalah, org pompuan neh hatinya lembut...
Rasulullah saw bersabda, maksudnya , "Sesiapa meninggalkan perdebatan, sedang dia berada di pihak yang benar, dibina untuknya sebuah rumah di tengah-tengah syurga." (Riwayat Anas Bin Malik)
oh!! kaum hawa sekalian..
Kepada kaum hawa,terlalu byk ujian bagi kaum hawa.Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu semua.Buat kaum adam,pasti kamu juga tidak mahu orang yang kamu syg menghadapi salah satu siksaan dibawah ini.Harap artikel ini dapat disampaikan kepada org lain.INSYAALLAH..
khususnya untuk para wanita dan diri sendiri...Sayidina Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah.Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis?
Beliau menjawab "Pada malam aku di-isra'-kan,aku melihat perempuan - perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan.Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Kerana, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah s.a.w kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya."Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya dimana otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung lidahnya,tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya,diulurkan ular dan kalajengking.
Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri,di bawahnya dinyalakan api neraka.Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam ,memakan tali perutnya sendiri.
Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka,otaknya keluar dari lubang hidung,badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing,sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi s.a.w
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?
Rasulullah menjawab: "Wahai putriku,adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang TIDAK MENUTUP RAMBUT MEREKA sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
- Perempuan yang digantung susunya adalah isteri yang 'MENGOTORI' tempat tidurnya.
- Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang TIDAK TAAT KEPADA SUAMINYA,ia keluar rumah tanpa izin suaminya , dan perempuan yang tidak mahu mandi suci dari haid dan nifas.
- Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah kerana ia BERHIAS untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
- Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka kerana ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
- Perempuan yang diikat kedua kaki & tangannya sampai ke ubun2nya & dibelit oleh ular & kala jengking karena dia mampu mengerjakan solat & puasa tetapi dia tidak mahu berwudhuk & tidak solat serta tidak mahu mandi wajib.
- Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah TUKANG UMPAT DAN DUSTA..Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang SUKA MEMFITNAH dan membenci suami.
"Mendengar itu,Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis juga.."
Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.Sampaikanlah kepada kawan2 kita yg lain.
yang terindah
Semenjak kau hadir dalam hidupku
Tiada lagi keresahan
Kau mengetuk pintu hatiku
Tanpa sedar hingga ku izinkan
Kau yang bernama cinta
Kau yang memberi rasa
Kau yang ilhamkan bahagia
Hingga aku terasa indah
Maaf jika ku tidak sempurna
Tika bahagia mula menjelma
Bila keyakinan datang merasa
Kasih disalut dengan kejujuran
Mencintai dirimu
Merindui dirimu
Memiliki dirimu
Hingga akhir hayat bersama kamu
Kau yang bernama cinta
Kau yang memberi rasa
Kau yang ilhamkan bahagia
Hingga aku terasa indah
Kau yang bernama cinta
Hingga aku rasa indah
hakikat persiapan perkahwinan
Saya merasakan kita perlu wujudkan post mortemdengan apa kita lakukan dan apa yang berlaku di sekeliling kita. Namun, kita perlu mengelak dari menjadi kebiasaan diri kita yang selalunya mencari alasan untuk membenarkan cara, walhal kita perlu mencari kebenaran untuk mengetahui cara.
Di musim perkahwinan yang lalu, rata-rata seronok sekali berkenduri kendara dengan pelbagai tema dan mengharungi pelbagai rintangan dalam persiapan. Rata-rata majalah dan ceramah agama menyentuh aspek larangan dalam kebiasaan menganjurkan walimatulurus seperti pakaian, kelalaian masa, pertembungan antara budaya dan agama, dan pembaziran wang. Namun, aspek persiapan dicanang-canang seawal 3 hingga 4 bulan, sehingga dianjurkan Wedding Festival dan Pameran Kerja Kahwin.
Secara umumnya, kita melihat bahawa kaum hawa lebih fokus dan komited dalam melakukan persiapan perkahwinan, dari persiapan jemputan, ketibaan, hiburan, bersanding dan makan beradap serta fotografi. Di pihak lelaki, rata-rata kita menyaksikan lelaki lebih cenderung bersiap sedia menghadapi saat akad nikah. Terutamanya berkenaan soalan-soalan cepu emas.
Tidak terlepas pandang, dikalangan lelaki yang mempersiapkan diri untuk malam pertama. Baju bersanding, keadaan dewan, jemputan dan berbagai lagi kebiasaannya menjadi pak turut sahaja. Kerenah manusia, ada juga lelaki begitu cerewet berkenaan persediaan begitu, kadang lebih cerewet dari perempuan pula.
Walaubagaimanapun, sejak kebelakangan ini, sekali pandang telah mula nampak kesedaran di kalangan bakal pengantin kerana ada mula membuat persiapan yang hakiki, persiapan untuk menjadi seorang pemimpin keluarga, pendidik keluarga dan seorang yang melengkapi imannya.
Begitulah perkahwinan yang mengubah dengan mengangkat martabat seseorang. Alangkah ruginya jika kita tiada kesedaran ini dan beranggapan bahawa perkahwinan adalah semata-mata untuk berumah tangga dan untuk menghalalkan perhubungan antara lelaki dan perempuan.
Menyedari hakikat perkahwinan ini mengangkat martabat seseorang, maka persiapan perlu dibuat. Bagaikan kita akan ditabal menjadi seorang raja. Kita tidak mahu menjadi seorang raja yang bodoh dan dibonekakan. Oleh itu, ilmu itu perlu.
Bagi seorang lelaki, perlu dia mempelajari sebanyak mungkin ilmu agama terutamanya fiqh dantasawuf. Tidak hanya ilmu itu berkaitan perkahwinan, ini kerana, dia akan menjadi ketua keluarga bagaikan kapten kapal yang akan mengarah arah tuju kemudi kapal. Seorang kapten kapal tidak hanya perlu tahu perihal kapalnya, tetapi juga berkenaan geografi, petunjuk bintang, lautan, pemakanan serta pertahanan.
Jika kamu pembaca ini adalah seorang wanita, mintalah dia bawa kamu atau dia menghadiri kuliah-kuliah agama atau kelas pengajian dewasa di masjid-masjid berdekatan. Insya-Allah dengan usaha yang sedikit, akan membawa keberkatan dan ilmu itu datang kepada kita tanpa kita duga.
Ilmu berumahtangga, terutamanya kaedah-kaedah menghadapi konflik juga penting. Perkahwinan akan menggabungkan 2 keluarga dan seorang suami itu mengetuai jalingan antara dua keluarga ini. Tidak semudah dijangka, konflik dalaman yakni di dalam rumah kita sendiri juga boleh berlaku. Memadai jika bersenang-senang membaca buku-buku motivasi dan hadir ke perbincangan mengenai isu ini.
Ilmu ekonomi rumahtangga antara yang penting dan memainkan peranan besar dalam mengemudi kapal perkahwinan. Sebagai seorang ketua, kita menetapkan bajet dan memastikan anak-anak dan isteri berada dalam keadaan terbaik dalam mencari hala tuju masa hadapan mereka. Buatlah bajet untuk perbelanjaan harian, perbelanjaan ke arah ibadah, zakat dan nafkah.
Ilmu terakhir adalah ilmu menghadapi masalah. Meskipun kita miliki ilmu berumahtangga, ekonomi dan agama sekalipun tetapi kita kurang arif dalam menghadapi masalah, kemungkinan besar kita akan terjerumus ke dalam permasalahan yang lebih besar. Sabar dan bertolak ansur serta menyiasat sebelum bertindak antara kaedah-kaedah dalam menghadapi masalah.
Suka saya menyingkap kata-kata Imam Al-Ghazali, "ilmu semata-mata tidak akan dapat menyelamatkan orang", yang bermaksud, ilmu yang disimpan tetapi tidak diguna pakai akan menjadi sia-sia. Dan orang yang tiada ilmu pula ibarat kapal yang terapung, selamat, tetapi tidak dikemudikan kemana-mana dan mengikut sahaja kemana air membawanya.Carilah ilmu yang bermanfaat.
Dahulunya kita mampu memperlajari ilmu-ilmu di universiti, melepasi segala peperiksaan dan menggenggam ijazah, tidak mustahil untuk kita mempelajari ilmu agama pula. Yang penting, langkah pertama! Mencari ilmu tidak kenal usia, apa dimalukan untuk belajar meskipun usia sudah lanjut, sedangkan doktor-doktor falsafah umurnya menjangkau 40-50an masih belajar mencari PhD?
Saya amat menyeru agar bakal-bakal suami, juga mereka begelar suami kini dan saya sendiri melukis langkah-langkah untuk menjadi suami yang baik dan pemimpin keluarga yang cemerlang dengan merangka langkah-langkah yang bijak. Terimalah hakikat bahawa persiapan perkahwinan bukan hanya persiapan majlis perkahwinan tetapi persiapan menghadapi seakhir hayat usia gelombang perkahwinan. Apa yang lebih penting adalah hari-hari selepas majlis perkahwinan. Sedangkan majlis perkahwinan hanyalah bertujuan mewar-warkan pernikahan yang telah sah untuk mengelak fitnah dan sekadar memori indah untuk kita kenang-kenangkan ketika cabaran mendatang.
Biodata Penulis
Zulakmar Hazwan. Merupakan seorang perunding kejuruteraan yang banyak berkongsi ilmu dari pengalaman dari pemerhatian dan pemikiran berlandaskan ilmu-ilmu didapati dari kuliah dan bacaan. Aktif menghadiri majlis perkongsian ilmu (knowledge sharing) dan berkongsi terutamanya di laman webnya sendiri www.notafikir.com.
isteri suka berleter..
" Abang ni balik je kerja,tak nak langsung tolong saya siapkan kerjarumah.Baca suratkhabar,menghadap TV,itu jelah yang awak tahu. Kita kan sama-sama bekerja bang.Saya pun penat macam abang juga.Sekurang- kurangnya buatlah air kopi sendiri,bukannya susah pun. Tukarkan lampin anak ke,ringan sikit kerja saya ni.Nak masak lagi. Abang juga yang nak makan nanti... pot.. pet.. pot.. pet..... " leter Ina kepada suaminya sejuruskembali dari pejabat masing-masing.
Kalaulah Ina tahu,betapa besar hukuman serta dosanya meleteri suami sendiri,sudah tentu dia tidak akan mengulangi perbuatannya itu.Lebih-lebih lagi sekiranya Intan menghayati ganjaran pahala yang tidak ternilai kerana berbakti kepada suaminya.Dia tidak akan merasa susah mahupun penat dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai isteri dan ibu.
Dewasa ini boleh dikatakan fenomena isteri meleteri suami atau dalam kata lain tidak menghormati suami.Bagaikan sudah menjadi satu perkara lumrah bagi kebanyakkan pasangan,tanpa sedikitpun merasa bersalah melayani mereka seperti adik lelaki sahaja lagaknya.
Apa yang lebih mendukacitakan,apabila ada dikalangan isteri yang menyifatkan menjaga peribadinya dengan bersikap sopan terhadap suami sebagai ketinggalan zaman.
Keadaan ini juga akan menjadi model yang tidak baik kepada anak-anak yang mungkin diwarisi dari satu generasi ke satu generasi lain sehingga akhirnya menjadi satu budaya yang negatif.
Banyak nas al-Quran,terutamanya hadis Nabi yang membincangkan tentang kewajipan isteri mentaati suami,selagi tidak diminta melakukan perbuatan maksiat.
Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: "Jika sekiranya aku berhak menyuruh seseorang supaya sujud kepada seseorang yang lain,nescaya aku menyuruh para isteri sujud kepada suaminya." Hadis tersebut menerangkan betapa kepatuhan isteri terhadap suami amat diutamakan demi kebaikan sesebuah institusi keluarga,sesuai kedudukannya sebagai pemimpin rumahtangga.
Demikian juga halnya ketika junjungan besar Nabi Muhammad s. a. w. mikraj kelangit.Baginda telah dipersaksikan dengan neraka dan penghuninya yang kebanyakkannya terdiri daripada kaum wanita.
Ali Karramallahu Wajhah berkata: "Aku masuk ke rumah Nabi beserta Fatimah, aku mendapati baginda sedang menangis tersedu-sedan ." Aku bertanya, " Ya Rasulullah, apa yang! membuat anda menangis? "
Baginda menjawab, " Ya Ali, pada malam aku diangkat ke langit, aku melihatkaum perempuan daripada umat ku disiksa di neraka dengan bermacam-macamseksaan. Lalu aku menangis kerana begitu berat seksaan mereka yang aku lihat. "
MENGHERDIK
Baginda antara lain melihat perempuan yang digantungkan dengan lidahnya,sedangkan air panas dituangkan ke dalam tenggoraknya kerana ia telah menyakiti dan menyumpah-nyumpah suaminya.
Ada isteri yang tergamak bercakap kasar malah mengherdik suaminya kerana tidak mendapat apa yang diminta seperti barang kemas,perabot rumah berupa set sofa dan TV rata 29 inci yang menjadi trend semasa.
Lebih buruk lagi perangai si isteri apabila membanding-bandingkan suami dengan jiran tetangga yang mampu menyediakan barangan terbabit, sekali gus dilabelkan sebagai suami mithali. Bukan tidak boleh sama sekali meminta sesuatu daripada suami tetapi janganlah menggesa mereka menuruti kemahuan anda sehingga membebankan dirinya.
Sebaliknya,isteri patut bersyukur kerana berpeluang meraih keredhaan Allah s.w.t
Nabi Muhammad s.a.w bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada seorang isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya. "
Hal ini biasa terjadi kepada suami yang miskin,manakala isterinya pula tergolong dalam orang-orang berada,yang suka mengungkit-ungkit mengenai hartanya,apatah lagi yang telah dinafkahkan kepada suaminya.
Mungkin ia agak sukar untuk dipenuhi apatah lagi bagi isteri yang bekerja,namun percayalah,ia bukan sahaja akan menjadi perkara biasa tetapi juga ringan dan lancar,jika kita menganggapnya sebagai ibadah dan juga satu jihad.
Marilah kita sama-sama merenungi kisah anakanda kesayangan Nabi Muhammad s.a.w. iaitu Fatimah Az-Zahra yang melaksanakan rutin hariannya sebagai seorang suri rumah tangga secara sendirian tanpa pembantu. Fatimah pada suatu hari telah meminta suaminya, Ali pergi menemui Rasulullah s. a. w.dan meminta jasa baik baginda untuk menyerahkan seorang wanita tawanan perang sebagai pembantu rumah.
Rasulullah bagaimanapun tidak dapat memperkenankan permintaan puterinya kerana semua harta rampasan perang termasuk wanita-wanita itu bukan menjadi milik baginda, tetapi milik negara Islam dan kaum Muslimin seluruhnya.
Baginda tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan menjadi miliknya.
Permintaan Fatimah itu membimbangkan baginda,bukan kerana tugas berat yang sedang dipikul oleh puterinya itu tetapi disebabkan oleh bayangan keluh kesah seorang isteri yang tertekan akibat tugas-tugas yang perlu dibereskannya.
Pada sebelah malamnya,baginda telah mengunjungi rumah Fatimah dan menyatakan kepadanya: " Apakah kamu berdua (Fatimah dan Ali) suka kepada satu pemberian yang akan ku berikan ini,sedangkan ia lebih baik daripada apa yang kamu minta siang hari tadi? "
Fatimah amat sukacita mendengarkan tawaran tersebut sekalipun dia tidak mengetahui apa bentuknya. Rasulullah menyatakan kepada Fatimah bahawa hendaklah dia membaca Subhanallah,Alhamdulillah dan Allahu Akbar,masing-masing sebanyak 33 kali setiap kali sebelum tidurnya.
Semenjak itu,wirid yang diajarkan oleh Rasulullah telah menjadi amalan anak dan menantunya. Hasilnya,Fatimah mendapati dia tidak lagi menjadi keluh kesah dalam menghadapi apa jua kerja - kerja sehariannya yang berat,malah merasa cukup bahagia melakukannya.
Baginya,segala tugasan yang disempurnakannya sebagai seorang suri rumah merupakan satu amalan yang solehah.Dengan taufik Allah, sesungguhnya walau seberat mana sekalipun tugasan yang menanti di rumah,tidak akan memenatkan selagi isteri tidak meletakkan dirinya seolah-olah sama taraf dengan suami,walau setinggi mana sekalipun darjatnya.
Kepada para suami,kita sama-sama maklum, dalam zaman moden yang serba mencabar ini terutamanya di bandar-bandar besar,kita tidak dapat mengelak kos sara hidup yang tinggi sekaligus memerlukan kedua-dua suami isteri keluar bekerja.
Si isteri telah melakukan pengorbanan mencari rezeki tambahan untuk menyara keluarga yang sepatutnya menjadi tanggungjawab suami.Jadi sudi apalah kiranya sang suami bersama-sama meringankan tugas si isteri seadanya.Bukankah Rasulullah s.a.w telah berpesan supaya para suami berbuat baik kepada isteri mereka.Jikalau isteri taat kepada kalian,janganlah pula menyusahkan mereka.
Rasulullah s.a.w bersabda yang ertinya: "Orang-orang yang terbaik daripada kamu sekalian adalah yang lebih baik dalam mempergauli keluarganya dan aku adalah yang terbaik dalam mempergauli keluargaku. "
Bagi kaum wanita & lelaki yg sudah berumah-tangga,marilah kita sama-sama belajar saling tolong-menolong meringankan beban pasangan kita.
Semoga kisah tadi membawa menfaat bagi kita semua...insya'Allah. .
SIKAP ISTERI tidak menghormati SUAMI adalah GEJALA SOSIAL MUSLIM sekarang.Ia dilakukan kerana berfikir bahawa SUAMI mesti buat seperti ISTERI dalam RUMAHTANGGA.
TABIAT-ISTERI suka meleteri suami dan TABIAT-SUAMI yang suka meletakkan semua tanggungjawab rumahtangga ke atas bahu isteri semata-mata mestilah dihentikan,demi mendidik MENTAL ZURIAT kita ke suatu BUDAYA IBADAT.
istikharah cinta
Bersaksi cinta diatas cinta
Dalam alunan tasbih ku ini
Menerka hati yang tersembunyi
Berteman dimalam sunyi penuh do'a
Sebut nama Mu terukir merdu
Tertulis dalam sajadah cinta
Tetapkan pilihan sebagai teman
Kekal abadi hingga akhir zaman
Istikharah cinta memanggilku
Memohon petunjukmu
satu nama teman setia
Naluriku berkata
Dipenantian luahan rasa
Teguh satu pilihan
Pemenuh separuh nafasku
Dalam mahabbah rindu
diistikharah cinta..
Subscribe to:
Comments (Atom)